Pembentukan Merah Putih CHOLEDS (MPC) di Parbaba: Kolaborasi Koperasi dan Mahasiswa UGM Hadirkan Akses Bimbingan Belajar
- Marina Pasaribu
- 12 Aug, 2026
Antusiasme masyarakat terhadap kehadiran bimbingan belajar di Parbaba telah terlihat sejak tahap awal pembentukannya. Jumlah pendaftar Merah Putih CHOLEDS (MPC) bahkan mencapai lebih dari 50 siswa, melampaui ekspektasi tim pelaksana. Tingginya jumlah pendaftar tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan tambahan yang selama ini masih terbatas di wilayah Parbaba.
MPC merupakan wadah bimbingan belajar yang berada di bawah naungan Koperasi Merah Putih Siopat Sosor dan dikembangkan melalui kolaborasi dengan Mahasiswa KKN-PPM UGM Mengukir Samosir 2026. Kehadiran program ini menjadi respons atas kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pembelajaran yang lebih dekat, terjangkau, dan mudah diakses oleh siswa di wilayah Parbaba.
Gagasan pembentukan MPC berawal dari inisiatif pengurus koperasi desa untuk melakukan diversifikasi usaha ke bidang pendidikan. Sebelumnya, akses bimbingan belajar bagi anak-anak di Parbaba masih tergolong terbatas karena lokasi bimbingan belajar terdekat berada di Pangururan, dengan jarak sekitar 10 kilometer. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi siswa dalam memperoleh pendampingan belajar secara optimal dan berkelanjutan.
Rencana pembentukan MPC kemudian dirumuskan melalui rapat bersama pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Siopat Sosor yang dipimpin oleh Ketua KDMP, Bapak Sahat E. Sihaloho, serta melibatkan Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Kopnaker) Samosir. Dalam proses pengembangannya, program ini juga memperoleh pendampingan langsung dari Bapak Togar Siboro, S.Pd., M.M., selaku Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Samosir.
Sebelum resmi diluncurkan, kegiatan bimbingan belajar telah terlebih dahulu dilaksanakan secara gratis selama Juli 2026. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Mahasiswa KKN-PPM UGM Mengukir Samosir 2026 dengan frekuensi dua kali dalam seminggu. Tahap awal ini menjadi bagian dari proses adaptasi sekaligus pengenalan metode pembelajaran kepada siswa dan masyarakat, serta menjadi langkah awal untuk melihat kebutuhan dan respons masyarakat terhadap program yang akan dikembangkan.
Sebagai langkah lanjutan, tim bersama pengurus koperasi mulai menyusun fondasi kelembagaan MPC. Undangan disebarkan kepada para guru di Parbaba untuk terlibat dalam penyusunan struktur organisasi. Para guru tidak hanya berperan sebagai tenaga pengajar, tetapi juga menjadi bagian dari koperasi. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan MPC, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kelembagaan.
Anne Grace Pardosi, mahasiswa KKN-PPM UGM dari Program Studi Akuntansi 2023, turut berkontribusi dalam pengembangan sistem operasional MPC. Ia menyusun berbagai dokumen teknis, seperti formulir pendaftaran dan sistem pembayaran, serta merancang media promosi berupa brosur dan spanduk. Upaya promosi juga dilakukan secara langsung ke sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), serta Sekolah Minggu HKBP Parbaba untuk memperluas jangkauan informasi kepada siswa dan orang tua.
Melalui pendekatan tersebut, MPC menawarkan biaya bimbingan belajar yang terjangkau, yaitu Rp80.000 untuk tingkat SD dan Rp100.000 untuk tingkat SMP. Selain memberikan manfaat di bidang pendidikan, keberadaan MPC juga menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi koperasi desa. Hal ini sejalan dengan tujuan awal pembentukan program, yaitu melakukan diversifikasi usaha koperasi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Puncak kegiatan ditandai dengan peluncuran resmi MPC pada 4 Agustus 2026 yang dihadiri oleh perwakilan Dinas Kopnaker, pihak kecamatan, serta perangkat desa di wilayah Parbaba. Peluncuran tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat peran koperasi sebagai salah satu penggerak pendidikan berbasis masyarakat, sekaligus membuka akses pembelajaran yang lebih dekat bagi siswa di wilayah Parbaba.
Ke depan, MPC diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran yang berkelanjutan, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat setempat. Program ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan usaha koperasi di bidang pendidikan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memiliki potensi untuk diterapkan di wilayah lain.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
